Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Thursday, May 27, 2010

This Is Not Goodbye



Detik ini perasaan aneh menggerogotiku.
Tadi pagi akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan pacaran kami.
Setelah melalui berbagai perjuangan, dan banyak menguras emosi, air mata, serta tenaga... Inilah keputusan akhirnya.

Terlalu rumit untuk diceritakan, rasanya perasaanku saat ini masih tidak bisa dijelaskan. Di satu sisi, aku harus kehilangan dia sebagai pacar, tetapi disisi lain aku lega karena sebagai sahabatku pun dia tidak pernah meninggalkan aku.

Sungguh aku beruntung mempunyai sahabat yang seperti dia, sungguh beruntung.

Memang inilah jalan yang terbaik untuk saat ini, entah bila suatu saat kami akan kembali ke jalan ini lagi atau jalan yang lebih baik, tidak ada seorangpun yang tahu kan? Yaa mungkin kalau Mama Lauren masih hidup dan berkesempatan untuk melihat masa depanku, itu sih lain cerita.
(Kok jadi ngelantur? Hehehe)
Aku percaya bahwa jodoh yang sudah ditetapkan Yang Diatas tidak akan kemana :)

Sekali lagi, dia tetap soulmate-ku, sahabat terbaikku, dan semua itu tidak akan pudar hanya dengan kejadian ini. Terima kasih banyak, you're the greatest gift in my life.

This Is Not Goodbye



Detik ini perasaan aneh menggerogotiku.
Tadi pagi akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan pacaran kami.
Setelah melalui berbagai perjuangan, dan banyak menguras emosi, air mata, serta tenaga... Inilah keputusan akhirnya.

Terlalu rumit untuk diceritakan, rasanya perasaanku saat ini masih tidak bisa dijelaskan. Di satu sisi, aku harus kehilangan dia sebagai pacar, tetapi disisi lain aku lega karena sebagai sahabatku pun dia tidak pernah meninggalkan aku.

Sungguh aku beruntung mempunyai sahabat yang seperti dia, sungguh beruntung.

Memang inilah jalan yang terbaik untuk saat ini, entah bila suatu saat kami akan kembali ke jalan ini lagi atau jalan yang lebih baik, tidak ada seorangpun yang tahu kan? Yaa mungkin kalau Mama Lauren masih hidup dan berkesempatan untuk melihat masa depanku, itu sih lain cerita.
(Kok jadi ngelantur? Hehehe)
Aku percaya bahwa jodoh yang sudah ditetapkan Yang Diatas tidak akan kemana :)

Sekali lagi, dia tetap soulmate-ku, sahabat terbaikku, dan semua itu tidak akan pudar hanya dengan kejadian ini. Terima kasih banyak, you're the greatest gift in my life.

Monday, May 24, 2010

Untitled

I'm drowning.
Everything's dark, I still can't see the ray of light..
God please help me.
I don't want to lose him.
That's my wish.


For details, see For The One I love (2) . So sad that the problem comes up again :'(

Untitled

I'm drowning.
Everything's dark, I still can't see the ray of light..
God please help me.
I don't want to lose him.
That's my wish.


For details, see For The One I love (2) . So sad that the problem comes up again :'(

Tuesday, May 18, 2010

Finally we meet again ;) (9-5-'10)

ap! Dua bulan sudah tidak bertemu ma cherie, akhirnya kita bisa ketemu lagi di Jakarta... :D Pacaran Bandung-Jakarta berasa Bandung-Paris (?) Hihihi..
Adik saya setiap tahunnya menjadi backing dancer di Nickelodeon Kids Choice Award Indonesia, jadi saya memanfaatkan kesempatan ke Jakarta kali ini..

Jalan-jalan & shopping ke Senayan City, terus kita nonton KCA live @ Tennis Indoor Senayan.Soo crowded! Ternyata kerabat pengisi acara enggak bisa lagi dapet tempat VIP kayak dulu, jadi deh kita ngantri duduk di tribune. Waakss... Ngantrinya udah kayak ikan pindang, kejepit orang-orang saking penuhnya. Saya sampe lemes... Tapi seru banget deh acaranya. Apalagi liat Agnes Monica perform yang membuat mata terbelalak enggak bisa kedip 0_0 Sempet-sempetnya di dalem gedung kita bertiga (saya, Adit, Mas Sandy) makan Burger King dengan lahapnya. Yumm.. And my sister dance beautifully that night! You go girl...


And the time flies soo fast, we have to go home again.. Thank God this beautiful day ended up happilly.
Miss you so much Dit, want to see you again soon.. Love 'ya!



Mas Sandy, Me, Adit



Finally we meet again ;) (9-5-'10)

ap! Dua bulan sudah tidak bertemu ma cherie, akhirnya kita bisa ketemu lagi di Jakarta... :D Pacaran Bandung-Jakarta berasa Bandung-Paris (?) Hihihi..
Adik saya setiap tahunnya menjadi backing dancer di Nickelodeon Kids Choice Award Indonesia, jadi saya memanfaatkan kesempatan ke Jakarta kali ini..

Jalan-jalan & shopping ke Senayan City, terus kita nonton KCA live @ Tennis Indoor Senayan.Soo crowded! Ternyata kerabat pengisi acara enggak bisa lagi dapet tempat VIP kayak dulu, jadi deh kita ngantri duduk di tribune. Waakss... Ngantrinya udah kayak ikan pindang, kejepit orang-orang saking penuhnya. Saya sampe lemes... Tapi seru banget deh acaranya. Apalagi liat Agnes Monica perform yang membuat mata terbelalak enggak bisa kedip 0_0 Sempet-sempetnya di dalem gedung kita bertiga (saya, Adit, Mas Sandy) makan Burger King dengan lahapnya. Yumm.. And my sister dance beautifully that night! You go girl...


And the time flies soo fast, we have to go home again.. Thank God this beautiful day ended up happilly.
Miss you so much Dit, want to see you again soon.. Love 'ya!



Mas Sandy, Me, Adit



Friday, April 30, 2010

Missing You

I miss our talks at the dawn,
I miss our random talks,
I miss to hear your voice,
I miss to listen to your story,
I miss to hear your jokes,
I miss to receive your silly text message,
I miss the time that we spent together,
I miss our lazy cozy time at coffee shops,
I miss the moment when you stare at me with that bright eyes,
I miss the time when you hold my hand,
I miss your warm hug,
I miss your smile,
I miss our laughs,
and I miss other thousand things about you...
Is that to much?

Missing You

I miss our talks at the dawn,
I miss our random talks,
I miss to hear your voice,
I miss to listen to your story,
I miss to hear your jokes,
I miss to receive your silly text message,
I miss the time that we spent together,
I miss our lazy cozy time at coffee shops,
I miss the moment when you stare at me with that bright eyes,
I miss the time when you hold my hand,
I miss your warm hug,
I miss your smile,
I miss our laughs,
and I miss other thousand things about you...
Is that to much?

Saturday, April 24, 2010

For The One I Love (2)


Semua ini memang terasa semakin berat
Ah, jangan dirasa berat...
Jalan yang lurus dan mulus itu telah berubah menjadi jalan yang berliku
Tidak hanya berliku, tetapi juga berlubang, bahkan menanjak atau menurun?
Aku rasa inilah ujian dari-Nya
Ia ingin melihat, seberapa besarkah kita memperjuangkan satu sama lain?

Aku tidak ingin kehilangan kamu,
dan aku harap kamu juga begitu.
Aku tidak dapat menemukan pelabuhan lain yang membuat hatiku begitu teduh,
walaupun pelabuhan ini sering didera badai yang tidak kunjung berlalu.

Bolehkah aku hanya memilih kamu?
Apakah Yang Kuasa juga memilih kita untuk bersama?
Mengapa perasaan ini sungguh dalam, hingga aku tidak dapat melihat lagi celah untuk keluar dari sini?
Sungguh, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya terhadap yang lainnya,
dan perasaan ini adalah anugerah bagiku.
Aku tidak ingin ada kata berpisah.


P.S, I love you..


Picture is courtessy of layoutsparks.com

For The One I Love (2)


Semua ini memang terasa semakin berat
Ah, jangan dirasa berat...
Jalan yang lurus dan mulus itu telah berubah menjadi jalan yang berliku
Tidak hanya berliku, tetapi juga berlubang, bahkan menanjak atau menurun?
Aku rasa inilah ujian dari-Nya
Ia ingin melihat, seberapa besarkah kita memperjuangkan satu sama lain?

Aku tidak ingin kehilangan kamu,
dan aku harap kamu juga begitu.
Aku tidak dapat menemukan pelabuhan lain yang membuat hatiku begitu teduh,
walaupun pelabuhan ini sering didera badai yang tidak kunjung berlalu.

Bolehkah aku hanya memilih kamu?
Apakah Yang Kuasa juga memilih kita untuk bersama?
Mengapa perasaan ini sungguh dalam, hingga aku tidak dapat melihat lagi celah untuk keluar dari sini?
Sungguh, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya terhadap yang lainnya,
dan perasaan ini adalah anugerah bagiku.
Aku tidak ingin ada kata berpisah.


P.S, I love you..


Picture is courtessy of layoutsparks.com

Wednesday, March 24, 2010

Another LDR's problem

(Image courtessy of: profiles.friendster.com/71882908)

Sudah cukup sehari kemarin kami sedikit berselisih dengan masalah ini (lagi). Ya, lagi. Masalah yang sama. Konyol sebenarnya. Keledai saja tidak akan terjatuh untuk kedua kalinya. Tetapi saya? Baiklah... saya mulai membandingkan saya dengan keledai sekarang. Cukup. Kembali ke permasalahan.


Saya tahu menjalani LDR (Long Distance Relationship) memang tidak mudah. Bahkan papie saya pernah 'mendengungkan' hal itu dalam forum keluarga ketika saya baru berpacaran dengannya. Tetapi kenapa saya nekat untuk menjalani ini? Karena dia seseorang yang sangat berarti untuk saya, dan saya telah jatuh hati kepadanya. Perasaan kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saya bisa merasakan hal itu.

Hari demi hari telah dijalani. Dan akhir-akhir ini timbul masalah klasik tetapi sangat penting dalam LDR ini: komunikasi. Dia semakin sibuk dari hari ke hari, dan saya pun sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen dengan seenak perut (kasarnya). Tetapi disela-sela kesibukan saya ini, saya tidak bisa mengacuhkannya. Rasanya setiap ada selang waktu sesempit apapun, saya selalu ingin berkomunikasi dengannya. Bahkan ketika dosen yang cuek mulai membosankan dan membuat ngantuk, saya 'gatal' sekali ingin SMS. Bener deh. Bahkan ketika saya harus pergi pagi dan pulang malam, dalam keadaan secapek apapun saya ingin tetap berkomunikasi dengannya, entah SMS atau telepon.

Tapi entah kenapa semakin hari hal itu semakin sulit dilakukan. Saya selalu berusaha untuk bisa berbicara dengannya melalui telepon. Karena semua orang juga tahu, telepon jauh lebih efektif daripada berkomunikasi hanya melalui SMS. Karena dia terlalu lelah, kami jadi jarang bertelepon ria seperti biasanya. Dan masalah ini sering menjadi perdebatan diantara kami.

Bukannya saya tidak mengerti bahwa ia capek. Tetapi seringkali saya menjadi kesal karena hal ini. Saya mencoba memposisikan diri sebagai dirinya. Kalau saya jadi dia, secapek apapun, saya ingin mendengar suaranya barang hanya semenit. Saya ingin mendengar ceritanya walau hanya sebentar. Karena semuanya itulah yang membuat saya bersemangat lagi. Saya menjadi tidak mengerti. Apakah ego telah menutup hati nurani saya? Apakah saya yang tidak bisa mengerti dirinya?


Semua ini yang membuat saya sedih. Benar-benar sedih. Saya sangat merindukannya. Terkadang rasanya ingin menangis. It's undescribable feeling...


Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, apalagi hubungan jarak jauh. Karena saya mempelajari komunikasi di perkuliahan, maka saya mengerti akan seperti apa nantinya apabila komunikasi kami berjalan seperti ini terus. Ya walaupun belum tentu masalah ini akan berlangsung lama... semoga saja hanya sebentar. Saya tidak mau kehilangannya, sungguh. Saya tidak akan menyerah pada keadaan.


God, please give me strenght...

Another LDR's problem

(Image courtessy of: profiles.friendster.com/71882908)

Sudah cukup sehari kemarin kami sedikit berselisih dengan masalah ini (lagi). Ya, lagi. Masalah yang sama. Konyol sebenarnya. Keledai saja tidak akan terjatuh untuk kedua kalinya. Tetapi saya? Baiklah... saya mulai membandingkan saya dengan keledai sekarang. Cukup. Kembali ke permasalahan.


Saya tahu menjalani LDR (Long Distance Relationship) memang tidak mudah. Bahkan papie saya pernah 'mendengungkan' hal itu dalam forum keluarga ketika saya baru berpacaran dengannya. Tetapi kenapa saya nekat untuk menjalani ini? Karena dia seseorang yang sangat berarti untuk saya, dan saya telah jatuh hati kepadanya. Perasaan kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Saya bisa merasakan hal itu.

Hari demi hari telah dijalani. Dan akhir-akhir ini timbul masalah klasik tetapi sangat penting dalam LDR ini: komunikasi. Dia semakin sibuk dari hari ke hari, dan saya pun sibuk dengan tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen dengan seenak perut (kasarnya). Tetapi disela-sela kesibukan saya ini, saya tidak bisa mengacuhkannya. Rasanya setiap ada selang waktu sesempit apapun, saya selalu ingin berkomunikasi dengannya. Bahkan ketika dosen yang cuek mulai membosankan dan membuat ngantuk, saya 'gatal' sekali ingin SMS. Bener deh. Bahkan ketika saya harus pergi pagi dan pulang malam, dalam keadaan secapek apapun saya ingin tetap berkomunikasi dengannya, entah SMS atau telepon.

Tapi entah kenapa semakin hari hal itu semakin sulit dilakukan. Saya selalu berusaha untuk bisa berbicara dengannya melalui telepon. Karena semua orang juga tahu, telepon jauh lebih efektif daripada berkomunikasi hanya melalui SMS. Karena dia terlalu lelah, kami jadi jarang bertelepon ria seperti biasanya. Dan masalah ini sering menjadi perdebatan diantara kami.

Bukannya saya tidak mengerti bahwa ia capek. Tetapi seringkali saya menjadi kesal karena hal ini. Saya mencoba memposisikan diri sebagai dirinya. Kalau saya jadi dia, secapek apapun, saya ingin mendengar suaranya barang hanya semenit. Saya ingin mendengar ceritanya walau hanya sebentar. Karena semuanya itulah yang membuat saya bersemangat lagi. Saya menjadi tidak mengerti. Apakah ego telah menutup hati nurani saya? Apakah saya yang tidak bisa mengerti dirinya?


Semua ini yang membuat saya sedih. Benar-benar sedih. Saya sangat merindukannya. Terkadang rasanya ingin menangis. It's undescribable feeling...


Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, apalagi hubungan jarak jauh. Karena saya mempelajari komunikasi di perkuliahan, maka saya mengerti akan seperti apa nantinya apabila komunikasi kami berjalan seperti ini terus. Ya walaupun belum tentu masalah ini akan berlangsung lama... semoga saja hanya sebentar. Saya tidak mau kehilangannya, sungguh. Saya tidak akan menyerah pada keadaan.


God, please give me strenght...

Monday, March 1, 2010

Hadiah

Aku menyadarinya ketika aku membuka mata,
ketika sinar matahari yang hangat menembus jendela dan membelai kulitku.
Aku menyadari ada sesuatu dalam hidupku yang tidak biasa.

Ada hadiah yang Tuhan berikan kepadaku setiap hari.
Banyak sekali.
Aku suka semuanya.
Tetapi kalau aku boleh menunjuk hadiah yang paling aku suka,
itu adalah KAMU.
KAMU adalah hadiah yang luar biasa.

Apakah KAMU tahu bahwa KAMU adalah hadiah bagiku?

Aku mencoba membayangkan.
Bagaimana aku sekarang apabila aku tidak mengenalmu sampai detik ini?
Bagaimana aku sekarang apabila aku tidak pernah bertemu denganmu?
Apakah semuanya akan seindah ini?
Akankah aku sebahagia sekarang?
Tidak ada yang tahu...
Bahkan aku pun tidak bisa membayangkannya.

Aku tahu aku tidak bisa melihatmu setiap hari.
Aku tahu aku tidak bisa melihat tawamu setiap saat,
yang dapat membuat hatiku ikut bahagia dan bersemangat.
Aku tahu aku tidak bisa merasakan hangatnya genggaman tanganmu setiap kali aku membutuhkannya,
Aku juga tahu bahwa aku tidak bisa memelukmu setiap hari,
yang dapat membuatku tenang dan tidak ingin pergi.

Tetapi aku tidak keberatan dengan semua ini.
Aku tidak keberatan, dibandingkan aku harus melewati hari-hariku tanpamu.
Aku benar-benar tidak keberatan.
Karena aku disini, masih bisa merasakan semuanya itu,
seperti ada wujud dirimu yang tidak terlihat yang selalu ada menemaniku.
Hebat.
Sulit dijelaskan.

Setiap hadiah yang diberikan Tuhan itu berharga,
begitu juga KAMU.
Sesuatu yang berharga harus dijaga dengan baik, semua orang tahu itu.

Ya Tuhan, terima kasih atas HADIAH ini,
aku akan menjaga HADIAH dariMu ini dengan sebaik-baiknya...


*for my dearest Sebastian Adityo, from me with love.

Hadiah

Aku menyadarinya ketika aku membuka mata,
ketika sinar matahari yang hangat menembus jendela dan membelai kulitku.
Aku menyadari ada sesuatu dalam hidupku yang tidak biasa.

Ada hadiah yang Tuhan berikan kepadaku setiap hari.
Banyak sekali.
Aku suka semuanya.
Tetapi kalau aku boleh menunjuk hadiah yang paling aku suka,
itu adalah KAMU.
KAMU adalah hadiah yang luar biasa.

Apakah KAMU tahu bahwa KAMU adalah hadiah bagiku?

Aku mencoba membayangkan.
Bagaimana aku sekarang apabila aku tidak mengenalmu sampai detik ini?
Bagaimana aku sekarang apabila aku tidak pernah bertemu denganmu?
Apakah semuanya akan seindah ini?
Akankah aku sebahagia sekarang?
Tidak ada yang tahu...
Bahkan aku pun tidak bisa membayangkannya.

Aku tahu aku tidak bisa melihatmu setiap hari.
Aku tahu aku tidak bisa melihat tawamu setiap saat,
yang dapat membuat hatiku ikut bahagia dan bersemangat.
Aku tahu aku tidak bisa merasakan hangatnya genggaman tanganmu setiap kali aku membutuhkannya,
Aku juga tahu bahwa aku tidak bisa memelukmu setiap hari,
yang dapat membuatku tenang dan tidak ingin pergi.

Tetapi aku tidak keberatan dengan semua ini.
Aku tidak keberatan, dibandingkan aku harus melewati hari-hariku tanpamu.
Aku benar-benar tidak keberatan.
Karena aku disini, masih bisa merasakan semuanya itu,
seperti ada wujud dirimu yang tidak terlihat yang selalu ada menemaniku.
Hebat.
Sulit dijelaskan.

Setiap hadiah yang diberikan Tuhan itu berharga,
begitu juga KAMU.
Sesuatu yang berharga harus dijaga dengan baik, semua orang tahu itu.

Ya Tuhan, terima kasih atas HADIAH ini,
aku akan menjaga HADIAH dariMu ini dengan sebaik-baiknya...


*for my dearest Sebastian Adityo, from me with love.

Saturday, February 20, 2010

For The One I Love

Hatiku meringis pedih melihatnya pergi.
Pergi.
Lagi.
Padahal belum 24 jam ia berada disini.
Sungguh waktu terasa amat singkat ketika bersamanya.

Dari dulu aku benci perpisahan, sungguh.
Apalagi ketika harus melihat orang yang kita sayangi membalikkan punggungnya,
dan beranjak pergi.
Dan tanpa kepastian kapan kita akan bertemu dengannya lagi.
Suka tidak suka, aku harus menerima perpisahan.
Karena aku sendiri yang memilih jalan itu.
Kalau tidak mau ada perpisahan, ya lebih baik tidak usah memilih untuk bertemu.
Iya kan?

Salah satu lagu favoritku yang dibawakan oleh Two Triple O feat. Cindy Bernadette berbunyi:
"Can you give me just one night,
I wanna feel your heart, I wanna hold you tight,
Just you and me tonight.
Please Baby just one night,
'cause I love you, 'cause I want you,
and I need you.
Can you give me just one night,
take me to your heart, take me with your love,
Just you and me tonight.
Please Baby just one night,
'cause I love you, 'cause I want you,
only you can make it true..."

Dan sekarang aku merasa kata-kata di lagu itu tidak sepenuhnya cocok untukku.
Tidak cukup hanya semalam.
Tidak cukup sehari, dua hari, sebulan, bahkan setahun.
Aku ingin selamanya.

Aku harus bersabar lagi menunggu saat itu tiba.
Saat dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama.
Tertawa dengan bahagia.
Merasakan bahwa dunia ini indah sekali saat sedang bersamanya.

Jutaan kata "I Love You" yang aku lontarkan lewat kata-kata dan tulisan, rasanya belum cukup untuk mengungkapkan seluruh rasa cinta yang bergemuruh di hati.
Belum cukup sama skali.
Karena rasa ini terlalu banyak...
Tetapi aku harap ia bisa merasakan seluruhnya.
Aku harap ia bisa merasakan bahwa hatiku hanya untuknya,
dan aku tidak pernah berhenti berharap he's the one.


Enjoy your long distance relationship~

Sunday, January 3, 2010

THIS IS IT!

Post ini adalah kelanjutan dari post Isi Hati Seorang Curly Girl part. 3 . Wow. Serasa cerbung yaa..


Malam harinya, saya panas dingin menunggu 'saat' itu. Menunggu DIA menelepon. Serius, saya panas dingin. Nyeri haid + diare + demam + deg-degan = membuat saya gila. Akhirnya DIA menelepon saya sekitar pukul 00.15 pagi. DIA sama sekali tidak menceritakan soal kecengannya seperti yang sahabat saya katakan tadi. Aneh. Bingung. Ah daripada kelamaan, saya tanyakan langsung saja.
Setelah menceritakan soal kecengannya yang ternyata sudah membuat DIA ilfil, saya menyadari sesuatu. Sahabat saya yang tadi siang SMS, ternyata 'kompor'! Sudah membuat saya panas layaknya kebakaran jenggot, eh ternyata kenyataan yang sebenarnya tidak separah itu. Baiklah...

Rasa panas itu jugalah yang membuat saya nekat menyatakan perasaan saya. Benar-benar nekat. Saya tidak pernah senekat ini. I started with say sorry to him. Kenapa? Jujur saja saya merasa bersalah menyimpan perasaan ini sendirian sekian lama. DIA adalah sahabat terbaik saya, tetapi DIA tidak tahu mengenai hal ini.
Saya takut.
Takut menunggu reaksi apa yang kelak akan muncul.
Marah? Atau senang?

Ternyata DIA sama sekali tidak marah! Air mata saya yang hampir jatuh pun seakan sirna. *lebay*
Saya pun dengan lancarnya mengeluarkan semua uneg-uneg saya, sampai saya merasa sangat lega sudah berhasil melakukannya.
Ya Tuhan, apa yang akan terjadi setelah ini?
Ajaib. Sambil agak terbata-bata (begitu yang saya dengar) , DIA pun mengungkapkan semuanya. Dan ungkapan hatinya telah membuat saya terbang ke langit ke tujuh. Wow. DIA mempunyai perasaan yang sama seperti saya.

Singkat kata, hari ini 4 Januari 2010 pukul 02.15 subuh (kalau tidak salah) kami resmi in a relationship...
Saya tidak akan pernah melupakan saat itu. Rasa bahagia ini benar-benar sulit saya ungkapkan dengan kata-kata. Sungguh. DIA sangat berarti untuk saya. Saya benar-benar tidak mau kehilangan dirinya.


Terimakasih Tuhan, Kau telah mendengarkan doaku. :)

Terimakasih Sebastian Adityo Prabowo...

Lucky I'm In Love With My Best friend :)

Lucky - Jason Mraz feat. Colbie Caillat

Do you hear me,I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my
make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh, ooooh, oooh, oooh,
Oooh ooh ooh ooh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea
To an island where we’ll meet
You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair

Though the breezes through trees
Move so pretty you’re all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I’m lucky we’re in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday


*P.S : I'm that lucky girl ;)

Isi Hati Seorang Curly Girl part. 3

Hari ini adalah hari yang bersejarah buat saya.
Kenapa?

Tadi pagi, saya dan keluarga mengikuti misa di Gereja Karmel Lembang dan selesai misa kami memutuskan untuk 'bertamasya' keliling Maribaya Lembang.
Dari beberapa hari yang lalu, perasaan saya tidak enak. Saya kepikiran DIA. Mungkin gara-gara PMS juga, saya jadi gampang emosi. Dan yak, hari ini saya datang bulan.

Nyeri datang bulan pun melanda tiba-tiba. Sial. Mengganggu acara wisata saya.

Ketika sedang berada di Vila Bougenville Maribaya sambil meringis-meringis nyeri haid (ditambah perut yang tiba-tiba mules nggak karuan) , saya dikejutkan oleh SMS sahabat SMA saya (perempuan). SMS itu membuat saya terkejut, terhenyak, pokoknya sangat sangat amat mengagetkan sampai saya tidak bisa lagi berkata-kata.
Inti dari SMS itu adalah: si DIA sedang MENYUKAI SESEORANG. Dan orang itu BUKAN saya.


Saya hancur,
pecah berkeping-keping layaknya porselen antik cina yang harganya selangit.
Dunia serasa runtuh.
Gelap.
Kosong.
Tidak ada siapa-siapa.
Damn.


Memang dari kemarin saya sedikit kesal sama DIA. Karena saya dicuekin setengah mati gara-gara DIA sedang hang out bersama teman-temannya. Sebenarnya tadi pagi kesal saya sudah hilang, karena DIA bilang tengah malam ini akan menelepon saya dan DIA bilang juga akan mengungkapkan beberapa hal.
Jadi..........hal itu adalah..........


Malam ini saya memutuskan akan mengakui dan menumpahkan semua uneg-uneg saya.
Saya akan beritahu DIA tentang perasaan saya.
Takut?
Pastinya!
Tetapi saya didukung oleh teman-teman terdekat saya, mereka begitu baik dan perhatian sama saya. Mereka mendukung saya sepenuhnya, mereka juga bilang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.


Mungkin sebagian orang yang membaca tulisan ini berpendapat:
Tinggal ungkapin aja... dia gak punya perasaan yang sama kayak kamu, ya udah tinggalin aja. Toh masih banyak yang lain.
Mengapa begitu sulit?
Karena si DIA adalah SAHABAT saya sendiri....
Saya hanya tidak mau kehilangan DIA,
karena DIA sangat berarti buat saya...
 

Cenat Cenut Blog